JAKARTA,NARATARA.COM – ORC Indonesia mengukuhkan 45 pengurus Dewan Pengurus Nasional (DPN) dalam kegiatan yang berlangsung di Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026). Momentum ini menjadi bagian dari upaya organisasi memperkuat kepengurusan sekaligus mengembangkan jaringan komunikasi berbasis teknologi.
Kegiatan bertema “Jelajah Dunia Tanpa Batas” tersebut dihadiri sejumlah undangan dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan unsur TNI, POC Indonesia, RAKSI, RAPI, ORARI, dan FKPPI Banten.
Turut hadir Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa Besar, Hika Deriyansi Asril Putra, perwakilan manajemen Osaka, Rizky Prutanto, serta sejumlah undangan lainnya.
Sebanyak 45 pengurus DPN dikukuhkan oleh Pembina ORC Indonesia, Kombes Pol (Purn) Endang Tarsa.
Ketua Umum ORC Indonesia, Hika T.A. Putra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai keberhasilan acara tidak terlepas dari kerja sama dan kontribusi panitia.
Hika berharap pengukuhan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi awal bagi pengurus untuk memperkuat organisasi, menjalankan program kerja, serta memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat.
Dalam pengembangan organisasi, ORC Indonesia juga memberikan perhatian pada pemanfaatan teknologi komunikasi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan aplikasi komunikasi digital bernama ORC Talk.
Menurut Hika, ORC Talk dilengkapi sejumlah fitur komunikasi, seperti panggilan suara, panggilan video, berbagi lokasi, serta pengiriman foto dan informasi. Aplikasi tersebut diharapkan dapat memudahkan anggota untuk saling terhubung dalam berbagai aktivitas.
Ia menyebut ORC Talk merupakan hasil pengembangan anak bangsa. Kehadiran aplikasi ini diharapkan menjadi alternatif sarana komunikasi digital sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam negeri.
Selain ORC Talk, ORC Indonesia juga menyiapkan sistem aplikasi terpadu untuk mendukung pengelolaan keanggotaan. Sistem tersebut dirancang agar anggota dapat melakukan pendaftaran dan mengetahui lokasi anggota lainnya.
Organisasi juga berupaya mengintegrasikan jaringan komunikasi radio handy talky (HT) dengan sistem penyampaian informasi kedaruratan yang terhubung dengan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Melalui integrasi tersebut, jaringan komunikasi anggota diharapkan dapat membantu menyebarluaskan informasi terkait kondisi cuaca, potensi cuaca ekstrem, serta peringatan dini kepada masyarakat. Dengan demikian, jaringan komunikasi ORC Indonesia tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan internal organisasi, tetapi juga diharapkan dapat mendukung penyampaian informasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Hika menjelaskan, ORC Indonesia berawal dari penggunaan perangkat komunikasi bermerek Osaka yang telah dipasarkan sejak 2021. Penggunanya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari perusahaan swasta, komunitas, hingga lingkungan sejumlah instansi pemerintahan.
Pada 2025, muncul gagasan untuk menghimpun para pengguna perangkat Osaka dalam sebuah komunitas komunikasi. Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi ORC Indonesia sebagai wadah bagi pengguna HT dari berbagai latar belakang.
Menurut Hika, keberagaman anggota menjadi salah satu kekuatan organisasi. Jaringan komunikasi memungkinkan anggota dari berbagai profesi dan institusi saling terhubung serta membangun kerja sama.
Ia menjelaskan perangkat Osaka memanfaatkan jaringan seluler sehingga jangkauan komunikasinya tidak terbatas pada jarak seperti HT konvensional pada umumnya. Meski demikian, penggunaannya tetap bergantung pada ketersediaan jaringan di lokasi masing-masing.
Sebagai bagian dari pengembangan organisasi, ORC Indonesia juga merencanakan kunjungan ke perusahaan Redell di China. Agenda tersebut ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada pengurus dan anggota aktif mengenal teknologi, proses produksi, serta perkembangan perangkat komunikasi bermerek Osaka.
Hika berharap pengukuhan 45 pengurus DPN dapat memperkuat koordinasi dan hubungan antarpengurus serta anggota yang tersebar di berbagai daerah. Ia mengajak seluruh jajaran menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari jumlah anggota maupun struktur kepengurusan, tetapi juga dari kontribusi dan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Melalui penguatan kepengurusan dan pengembangan teknologi komunikasi, ORC Indonesia berharap dapat memperluas konektivitas, mempererat hubungan antaranggota, serta meningkatkan kontribusi organisasi bagi masyarakat.(red)



Komentar