JAKARTA, NARATARA.COM — Herdiana, yang akrab disapa Rendy, dipercaya menjadi Ketua Koordinator Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) Wilayah DKI Jakarta dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FWK yang berlangsung di Jakarta pada 24–25 Oktober 2026.
Rendy, yang juga menjabat sebagai Pimpinan Umum media daring Seputarpublik.com, menyatakan kesiapannya menjalankan amanah tersebut. Rakernas FWK dihadiri sekitar 100 anggota dan pengurus, termasuk 15 koordinator daerah dari berbagai provinsi.
Ia menilai kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab untuk menjaga kehormatan organisasi sekaligus mendorong profesionalisme insan pers.
“Bagi saya, amanah ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab moral. Saya akan berusaha menjalankannya dengan sepenuh hati, kemampuan, dan penuh tanggung jawab,” ujar Rendy dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, FWK harus menjadi wadah bagi wartawan untuk mengembangkan profesionalisme dengan tetap menjaga independensi dan integritas. Ia menekankan bahwa kebebasan pers perlu dijalankan seiring dengan tanggung jawab terhadap akurasi informasi, keberimbangan berita, dan kepatuhan terhadap etika jurnalistik.
“Kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab, akurasi pemberitaan, keberimbangan, serta kepatuhan terhadap etika jurnalistik,” tegas Rendy, yang juga menjabat sebagai Kepala Humas Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat.
Dalam kepengurusan FWK DKI Jakarta, Rendy didampingi Elwan Charisma sebagai sekretaris dan Asen sebagai bendahara.
Ia berharap kepengurusan tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi wartawan serta mendorong lahirnya karya jurnalistik yang informatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Pengabdian kepada Indonesia tidak pernah mengenal kata usai. Zaman boleh berubah, tetapi semangat membela bangsa tidak boleh mati,” katanya.
Dukungan terhadap Rendy juga disampaikan Ilham Dharmawan, aktivis PMI Jakarta Utara yang menghadiri Rakernas FWK. Ia mengucapkan selamat atas kepercayaan yang diberikan kepada Rendy dan berharap kepengurusan baru dapat membuka peluang kolaborasi dalam kegiatan kemanusiaan.
“Selamat Bang Rendy, semoga dapat menjalankan amanah tersebut dengan baik. Ke depan kita bisa bersinergi untuk menjalankan aksi kemanusiaan berupa donor darah,” ujar Ilham.
FWK Dorong Jurnalisme Berwawasan Kebangsaan
Koordinator Nasional FWK, Raja Parlindungan Pane, menjelaskan bahwa organisasi tersebut didirikan pada Oktober 2025 oleh sejumlah wartawan senior yang memiliki pengalaman panjang di bidang jurnalistik dan perhatian terhadap persoalan kebangsaan.
Menurut Raja, para pendiri FWK memiliki pengalaman profesional sedikitnya 20 tahun, sertifikat wartawan utama, serta komitmen terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Sementara itu, salah satu penggagas FWK, Hendry Ch Bangun, menilai kehadiran Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Ace Hasan Syadzily, dalam Rakernas sejalan dengan visi organisasi untuk menghubungkan profesionalisme kewartawanan dengan nilai-nilai kebangsaan.
“FWK berupaya menyatukan profesionalisme kewartawanan dengan etika kebangsaan,” ujar Hendry, yang pernah menjabat Wakil Ketua Dewan Pers periode 2019–2022.
Dalam forum tersebut, Ace Hasan Syadzily menekankan pentingnya pers yang kritis, independen, profesional, dan berintegritas untuk mendukung ketahanan nasional di tengah tantangan geopolitik dan disrupsi informasi, termasuk penyebaran hoaks serta ujaran kebencian.
“Kita perlu membangun jurnalisme kebangsaan yang kritis karena cinta kepada bangsa, independen, profesional, dan berintegritas,” kata Ace.
Ia menegaskan bahwa semangat kebangsaan tidak boleh dijadikan alasan untuk membatasi kritik. Menurutnya, pers tetap memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial.
Ace juga menyampaikan rencana perluasan program kursus singkat Lemhannas yang dapat diikuti wartawan secara gratis.
Rakernas FWK turut dihadiri Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat Teguh Santosa, Ketua Umum AMKI Pusat Dadang Rachmat, serta perwakilan organisasi perusahaan pers, pemimpin redaksi, pemilik media, dan mahasiswa.
Melalui kepengurusan baru di DKI Jakarta, FWK diharapkan dapat memperluas kolaborasi antarwartawan sekaligus mendorong praktik jurnalistik yang profesional, independen, dan bertanggung jawab kepada publik.(red)



Komentar