ORGANISASI
Beranda » Blog » Ace Hasan: Jurnalisme Kebangsaan Jadi Kunci Mengawal Indonesia Menuju 2045

Ace Hasan: Jurnalisme Kebangsaan Jadi Kunci Mengawal Indonesia Menuju 2045

Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily menyampaikan materi dalam Rakernas Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) 2026 bertema “Peran Pers Mengawal Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045” di Jakarta. (Foto: Dok. Naratara.com)

JAKARTA, NARATARA.COM — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Ace Hasan Syadzily mengajak insan pers mengembangkan jurnalisme kebangsaan untuk mengawal perjalanan Indonesia menuju 2045. Ia menilai pers memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi, memperkuat persatuan, dan mengawal demokrasi di tengah persaingan narasi global.

Ajakan tersebut disampaikan Ace saat memberikan keynote speech dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) 2026 di Jakarta Pusat, Sabtu (24/10/2026).

“Saya mengajak seluruh insan pers untuk membangun jurnalisme kebangsaan. Jurnalisme yang kritis karena cinta pada bangsa, independen karena bertanggung jawab kepada publik, berani karena berpijak pada fakta, dan profesional karena tunduk pada etika,” kata Ace.

Menurutnya, peran pers perlu dilihat melalui tiga perspektif, yakni geopolitik, ketahanan nasional, dan Wawasan Nusantara. Di tengah persaingan pengaruh di ruang informasi, media dituntut menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya untuk mendukung ketahanan nasional.

Ace juga mengingatkan pentingnya memandang Indonesia sebagai satu kesatuan yang mencakup bidang politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Dalam menjalankan tugas jurnalistik, pers perlu menjunjung nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Produktivitas Kebun Rakyat Jadi Kunci Strategi PTPN IV PalmCo Perkuat Industri Sawit

“Poin utamanya adalah bagaimana pers menjadi kekuatan strategis yang menjaga kualitas informasi, memperkuat persatuan, mengawal demokrasi, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan memastikan bahwa transformasi nasional berlangsung dengan tetap berakar pada kepentingan nasional,” ujarnya.

Jurnalisme Kebangsaan Tetap Kritis dan Independen

Ace menegaskan bahwa jurnalisme kebangsaan tidak boleh dimaknai sebagai sikap membenarkan semua kebijakan atau mengabaikan persoalan yang terjadi. Pers tetap harus menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis dan independen.

Menurutnya, wartawan perlu mengungkap penyimpangan berdasarkan fakta, menyampaikan perbedaan pandangan secara proporsional, serta menghindari pemberitaan yang menjadikan konflik sebagai komoditas.

Ia juga menyoroti tantangan media digital yang dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan propaganda, disinformasi, dan memperuncing polarisasi di masyarakat. Karena itu, wartawan perlu menelusuri sumber informasi, pola penyebarannya, serta kepentingan yang mungkin melatarbelakanginya.

Selain menyampaikan fakta, Ace menilai pers memiliki tanggung jawab untuk membantu masyarakat memahami latar belakang, penyebab, dan dampak suatu peristiwa, termasuk keterkaitannya dengan persoalan lain.

Kemenpar Gandeng 7 Agen Wisata Tiongkok, Bidik Pasar Labuan Bajo dan Flores

“Pers yang merdeka, profesional, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan bukan hanya penjaga informasi. Pers adalah salah satu penjaga masa depan Indonesia,” tuturnya.

Rakernas FWK 2026 Dihadiri Insan Pers Nasional dan Daerah

Rakernas FWK 2026 dihadiri Pendiri FWK Hendry Ch Bangun, Koordinator FWK Raja Parlindungan Pane, jajaran organisasi, para pemimpin redaksi, serta wartawan dari tingkat nasional dan daerah.

Ace hadir didampingi Deputi Bidang Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Lemhannas RI, Mayor Jenderal TNI Raden Djaenudin Slamet, bersama sejumlah pejabat Lemhannas.

Melalui forum tersebut, penguatan profesionalisme, independensi, dan wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dari pembahasan mengenai peran pers dalam menghadapi tantangan informasi serta mengawal perjalanan Indonesia menuju 2045.(red)

Dua Tunggal Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×