BEIJING, NARATARA.COM – Konsumsi emas di China mencapai 684,623 ton selama Januari hingga September 2026. Angka tersebut meningkat 0,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dilansir dari Xinhua, kenaikan konsumsi terutama ditopang oleh permintaan emas batangan dan koin. Konsumsi kedua jenis produk tersebut mencapai 444,576 ton atau meningkat 26,26 persen secara tahunan.
Sebaliknya, konsumsi perhiasan emas mengalami penurunan cukup tajam. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, jumlahnya tercatat 178,612 ton atau turun 33,86 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Sementara itu, konsumsi emas untuk keperluan industri dan sektor lainnya mencapai 61,434 ton, meningkat 1,41 persen secara tahunan.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan perubahan pola konsumsi emas di China. Permintaan terhadap emas batangan dan koin meningkat, sedangkan pembelian perhiasan mengalami tekanan.
Dari sisi produksi, produksi emas China yang berasal dari bahan baku domestik tercatat sebanyak 220,935 ton atau turun 18,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, produksi emas dari tambang luar negeri yang dioperasikan kelompok perusahaan emas utama China mencapai 71,126 ton. Jumlah tersebut meningkat 15,77 persen secara tahunan.
Di sektor cadangan, China juga menambah kepemilikan emas sebanyak 103,26 ton selama periode Januari hingga September 2026. Hingga akhir September, total cadangan emas negara tersebut mencapai 2.409,59 ton dan menempati peringkat kelima dunia.
Penambahan cadangan tersebut melanjutkan tren pembelian emas oleh bank sentral China selama 23 bulan berturut-turut, terhitung sejak November 2024 hingga September 2026.
Perkembangan ini memperlihatkan perubahan penting dalam pasar emas China. Di tengah kenaikan harga emas, produk investasi berupa emas batangan dan koin semakin diminati, sementara konsumsi perhiasan mengalami penurunan.(red)



Komentar