JAKARTA,NARATARA.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Mengutip unggahan akun Facebook resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, pertemuan tersebut membahas sejumlah rekomendasi dan kajian strategis terkait perkembangan ekonomi global serta langkah penguatan perekonomian nasional.
Ada tujuh isu utama yang menjadi pembahasan, yakni digitalisasi perlindungan sosial, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi industri, ketahanan energi, antisipasi El Niño dan La Niña, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta reformasi pasar modal.
Pada bidang perlindungan sosial, digitalisasi diarahkan untuk meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penerima bantuan sosial. Sementara itu, kajian mengenai MBG mencakup dampak program terhadap kehadiran siswa, semangat belajar, kualitas menu, dan pemerataan penerima manfaat.
Di sektor industri, DEN membahas hilirisasi nikel, aluminium, dan komponen baterai litium guna meningkatkan nilai tambah serta ekspor nasional.
Dalam bidang energi, rekomendasi yang disampaikan mencakup strategi menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, memperkuat ekosistem pengadaan bahan bakar, dan meningkatkan ketepatan sasaran subsidi energi.
DEN juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi El Niño dan La Niña, terutama terhadap potensi kekeringan, banjir, serta dampaknya bagi produksi dan ketersediaan pangan.
Selain itu, pembahasan mencakup penanganan karhutla, termasuk pengelolaan tata air lahan gambut dan penguatan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Di sektor keuangan, DEN turut menyampaikan rekomendasi mengenai penguatan penegakan aturan dan tata kelola pasar modal.
Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap berbagai kajian dan data yang disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.
DEN juga menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dan berbasis kajian untuk mendukung perumusan kebijakan yang tepat serta memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.(red)



Komentar