Internasional
Beranda » Blog » Tun Dr Mahathir Mohamad Genap 101 Tahun, Jejak Kepemimpinannya Ubah Wajah Malaysia Modern

Tun Dr Mahathir Mohamad Genap 101 Tahun, Jejak Kepemimpinannya Ubah Wajah Malaysia Modern

Tun Dr. Mahathir Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia. (Foto: Mohd Rasfan/AFP)

JAKARTA,Naratara.com – Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad genap berusia 101 tahun pada Jumat (10/7/2026). Di usia yang telah melewati satu abad, Mahathir masih aktif membaca, menulis, menyampaikan pandangan publik, serta mengikuti perkembangan politik Malaysia.

Mahathir lahir di Alor Setar, Kedah, pada 10 Juli 1925. Bagi banyak masyarakat Malaysia, ia merupakan salah satu tokoh yang berperan besar dalam perjalanan pembangunan negara tersebut.

Ucapan selamat ulang tahun datang dari berbagai kalangan, termasuk Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Momen tersebut juga ditandai dengan peluncuran kembali situs resmi Mahathir, thechedet.com, yang hadir dengan tampilan baru.

Situs tersebut memuat artikel, pidato, pernyataan media, video, buku, dan dokumentasi perjalanan Mahathir. Masyarakat juga dapat menyampaikan ucapan selamat ulang tahun melalui platform tersebut.

Di antara ucapan yang dipublikasikan, Saraswathi dari Kuala Lumpur menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Mahathir selama puluhan tahun. Ucapan serupa juga disampaikan Grace Aisyah dan Noor Sa’adah Sha’ari yang mendoakan kesehatan serta mengenang kontribusinya bagi Malaysia.

GMPK Apresiasi Langkah Kortastipidkor Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara, Minta Penyidikan Dituntaskan

Dua Periode Memimpin Malaysia

Mahathir tercatat sebagai perdana menteri dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Malaysia. Ia memimpin negara tersebut selama dua periode, yakni 1981–2003 dan 2018–2020, dengan total masa kepemimpinan sekitar 24 tahun.

Sebelum terjun ke dunia politik, Mahathir berprofesi sebagai dokter setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran di King Edward VII College of Medicine, Singapura.

Pengalaman sebagai dokter disebut membentuk pandangannya mengenai pentingnya pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi sebagai fondasi kemajuan negara.

Mendorong Industrialisasi Malaysia

Saat mulai memimpin pada 1981, perekonomian Malaysia masih bertumpu pada sektor komoditas. Selama masa kepemimpinannya, pemerintah mendorong transformasi menuju negara industri melalui berbagai proyek infrastruktur dan pengembangan sektor manufaktur.

Sejumlah proyek strategis yang dibangun pada masa itu antara lain Jalan Tol Utara-Selatan, Menara Kembar Petronas, Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), serta Multimedia Super Corridor (MSC).

Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan untuk Perkuat Ketahanan Air dan Pangan

Pemerintah Malaysia saat itu juga mengembangkan industri otomotif nasional melalui Proton sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor manufaktur dalam negeri.

Kebijakan Saat Krisis Asia 1997

Mahathir juga dikenal karena kebijakan ekonomi yang diambil saat Krisis Finansial Asia 1997.

Berbeda dengan sejumlah negara yang menerima program Dana Moneter Internasional (IMF), Malaysia menerapkan kontrol modal, menetapkan nilai tukar ringgit terhadap dolar Amerika Serikat, serta membatasi arus modal spekulatif.

Kebijakan tersebut sempat menuai perdebatan, namun kemudian menjadi salah satu contoh yang banyak dikaji dalam studi ekonomi internasional terkait penanganan krisis keuangan.

Kiprah dan Kontroversi

Di tingkat internasional, Mahathir dikenal aktif menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang serta menggagas Look East Policy, yaitu kebijakan yang mendorong Malaysia mempelajari etos kerja, teknologi, dan manajemen dari Jepang serta Korea Selatan.

Carrel Ticualu Apresiasi Kortastipidkor Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara PLN EPI

Di sisi lain, masa pemerintahannya juga tidak lepas dari kritik. Sejumlah pihak menilai pemerintah saat itu membatasi kebebasan pers, menggunakan undang-undang keamanan terhadap lawan politik, serta memperkuat kewenangan eksekutif.

Salah satu peristiwa yang paling banyak mendapat perhatian adalah pemecatan dan penahanan Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada 1998. Namun, dua dekade kemudian Mahathir dan Anwar kembali berkoalisi pada Pemilu 2018 yang mengakhiri dominasi panjang Barisan Nasional.

Warisan Politik

Meski tidak lagi menjabat sebagai perdana menteri, Mahathir masih menjadi salah satu tokoh politik yang berpengaruh di Malaysia.

Pendukungnya menilai Mahathir sebagai sosok yang berperan besar dalam proses modernisasi dan industrialisasi Malaysia. Sementara para pengkritiknya menyoroti berbagai kebijakan pemerintahannya yang dinilai berdampak terhadap kehidupan demokrasi dan kebebasan sipil.

Terlepas dari berbagai pandangan tersebut, perjalanan Mahathir dari seorang dokter di Alor Setar hingga menjadi salah satu pemimpin paling berpengaruh di Asia Tenggara menjadikannya bagian penting dalam sejarah politik modern Malaysia.(red)

Sumber: Diolah dari SINDOnews dan berbagai sumber.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×