JAKARTA,Naratara.com — Penguatan budaya dinilai perlu berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi. Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam kunjungan Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat ke Kantor Staf Presiden (KSP), Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Rombongan MASDA Jawa Barat dipimpin Ketua MASDA Jabar Irjen Pol. (Purn.) H. Anton Charliyan dan diterima Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman.
Pertemuan tersebut membahas pentingnya nilai budaya dalam membentuk karakter masyarakat, khususnya generasi muda. Nilai nasionalisme, patriotisme, keteladanan, keberanian, keuletan, serta budi pekerti turut menjadi perhatian dalam diskusi.
Dudung mengatakan kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai budaya dan kebangsaan. Menurut dia, perkembangan zaman tidak seharusnya membuat generasi muda kehilangan pijakan terhadap nilai yang menjadi bagian dari karakter bangsa.
“Penguatan dan pemajuan nilai-nilai budaya, khususnya nilai patriotisme, heroisme kepahlawanan, keberanian, keuletan, serta budi pekerti yang luhur perlu terus dilakukan,” ujar Dudung.
Anton Charliyan mengatakan kunjungan tersebut menjadi ruang bagi MASDA untuk menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya perhatian pemerintah terhadap pelestarian dan pemajuan kebudayaan.
“Majelis Adat Sunda ingin menyampaikan pesan dan imbauan agar pemerintah lebih peduli dan memprioritaskan pelestarian serta penguatan nilai budaya,” kata Anton.
Menurut Anton, pembangunan bangsa tidak cukup hanya bertumpu pada kemajuan ekonomi, politik, pertahanan, dan teknologi. Penguatan karakter serta pemeliharaan identitas budaya juga dinilai memiliki peran dalam membangun masyarakat.
Ia mencontohkan sejumlah negara yang tetap mempertahankan identitas budayanya meski berkembang menjadi negara modern. Dari pandangan tersebut, MASDA mendorong agar kebudayaan mendapat perhatian secara lebih terarah dalam proses pembangunan nasional.
Anton juga menyampaikan gagasan mengenai “reformasi budaya” sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter bangsa. Gagasan tersebut diarahkan agar modernisasi tetap berjalan tanpa mengesampingkan nilai dan identitas budaya.
Dalam kesempatan itu, MASDA Jawa Barat menyerahkan piagam penghargaan kepada Dudung Abdurachman sebagai bentuk penghormatan atas kiprah dan pengabdiannya di bidang pertahanan dan keamanan serta perhatiannya terhadap budaya Sunda.
Sejumlah pengurus dan tokoh MASDA Jawa Barat turut hadir dalam kunjungan tersebut, antara lain Anton Charliyan, R. Ully Rulani Sigar Rusady, Paramita Rusady, RR Okky Jusup Judanagara, Anita Fitria, drg. Rahma Nuragnitya, dan Endang Krisman.(red)



Komentar