JAKARTA, NARATARA.COM – Seluruh wakil China gagal melaju ke semifinal nomor tunggal putra WTT Champions Montpellier 2026. Hasil tersebut menjadi sorotan setelah tiga pemain andalan mereka tersingkir pada babak perempat final, sementara dua wakil lainnya lebih dahulu terhenti di babak pertama.
Mengutip laporan media Vietnam, Tuoi Tre, kegagalan tersebut menambah catatan kurang menggembirakan bagi tenis meja putra China dalam persaingan internasional.
Tiga pemain China yang tampil di perempat final adalah Lin Shidong, Zhou Qihao, dan Liang Jingkun. Dua nama pertama harus menerima kekalahan dramatis setelah pertandingan berlangsung hingga gim ketujuh.
Lin Shidong menghadapi pemain Swedia, Truls Moregard. Ia mengawali pertandingan dengan sangat baik setelah merebut gim pertama dengan skor telak 11-1.
Persaingan kemudian berlangsung ketat. Lin sempat unggul 2-1 dan kembali memimpin 3-2 dalam perolehan gim. Bahkan, ia masih memiliki keunggulan 7-5 pada gim penentuan.
Namun, Moregard mampu membalikkan keadaan. Pemain Swedia tersebut merebut gim terakhir dengan skor 11-8 dan memastikan kemenangan 4-3 sekaligus mengamankan tiket semifinal.
Kekalahan dramatis juga dialami Zhou Qihao saat menghadapi wakil Jerman, Patrick Franziska. Pertandingan kedua pemain berlangsung sengit hingga harus ditentukan melalui gim ketujuh.
Zhou sebenarnya memiliki peluang untuk menyelesaikan pertandingan lebih cepat ketika unggul 10-9. Namun, Franziska berhasil membalikkan keadaan dengan merebut tiga poin secara beruntun. Ia menutup gim terakhir dengan kemenangan 12-10 dan memastikan skor akhir 4-3.
Sementara itu, Liang Jingkun tidak mampu melewati perlawanan pemain Korea Selatan, Jang Woojin. Liang harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 1-4.
Sebelum babak perempat final, dua pemain China lainnya, Wen Ruibo dan Xiang Peng, telah lebih dahulu tersingkir pada putaran pertama. Dengan demikian, kelima wakil China di nomor tunggal putra gagal mencapai semifinal.
Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian karena Wang Chuqin, salah satu pemain andalan China, tidak mengikuti turnamen Montpellier akibat cedera.
Hasil di Montpellier menambah sorotan terhadap performa tenis meja putra China dalam beberapa bulan terakhir. Pada final beregu putra Asian Games 2026, China juga harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor 2-3 meskipun sempat memimpin 2-1.
Persaingan di tingkat dunia turut menunjukkan perubahan. Pemain Jepang berusia 19 tahun, Matsushima Sora, dilaporkan menempati peringkat pertama dunia pada Oktober 2026. Perubahan tersebut menjadi catatan penting setelah posisi teratas selama bertahun-tahun didominasi pemain China.
Berdasarkan peringkat yang disebutkan dalam laporan sumber per 26 Oktober 2026, Wang Chuqin berada di posisi kelima, sedangkan Lin Shidong menempati urutan kesembilan. Tidak ada pemain China di empat besar dalam daftar tersebut.
Situasi berbeda terlihat pada sektor tunggal putri. Empat pemain China berhasil menguasai seluruh tempat semifinal WTT Champions Montpellier 2026. Hasil itu memastikan gelar juara dan posisi runner-up menjadi milik wakil China.
Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan semakin ketatnya persaingan tenis meja internasional, khususnya di sektor putra. Meski China masih menjadi salah satu kekuatan utama dunia, hasil di Montpellier menunjukkan bahwa para pemainnya tidak lagi mudah mendominasi setiap turnamen.(red)



Komentar