Kalimantan Barat
Beranda » Blog » BNPB: 61 Titik Api Terdeteksi di Kalbar, Sekitar 370 Hektare Masih Ditangani

BNPB: 61 Titik Api Terdeteksi di Kalbar, Sekitar 370 Hektare Masih Ditangani

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di wilayah Kalimantan Barat. Kobaran api dan asap terlihat di area lahan yang terbakar, sementara upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan untuk mencegah api kembali menyala.(Foto:Istimewa)

JAKARTA,Naratara.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Kalimantan Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 61 titik api dengan luas area terbakar mencapai 802,17 hektare.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, dari total luas tersebut, sekitar 432 hektare lahan telah berhasil dipadamkan. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 370 hektare lahan yang membutuhkan penanganan.

“Di Kalimantan Barat ada 61 titik api dengan luas terbakar 802,17 ha, luas lahan yang berhasil dipadamkan 432 ha,” ujar Berton dalam konferensi pers, Jumat (4/9/2026).

BNPB memberikan perhatian khusus terhadap penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Salah satu kendalanya adalah kondisi lahan gambut yang cukup tebal di sejumlah lokasi terdampak kebakaran.

Menurut Berton, karakteristik lahan gambut membuat proses penanganan tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Pendinginan dan pengawasan tetap dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kemunculan api kembali.

11 Partai Final Piala Panglima TNI 2026 Digelar di Bandung, Perebutan Gelar Makin Sengit

“Perhatian kami terhadap Kalimantan Barat sangat besar akibat memang lahan gambut yang tebal yang terbakar, sehingga memang dibutuhkan penanganan dan pengawasan yang lebih lama termasuk pendinginan untuk memastikan api tidak muncul kembali,” kata Berton.

Selain pemadaman, BNPB terus melakukan pemantauan terhadap lokasi yang sebelumnya terbakar. Langkah tersebut diperlukan mengingat kondisi lahan gambut memungkinkan bara api kembali muncul apabila tidak ditangani secara menyeluruh.

Berton juga menyampaikan kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Barat yang terdampak karhutla. Kualitas udara dilaporkan berada dalam kategori berbahaya, dengan jarak pandang kurang dari satu kilometer.

“Kualitas udara kategori berbahaya dengan jarak pandang di bawah 1 kilometer,” pungkasnya.

Penanganan karhutla di Kalimantan Barat masih terus dilakukan dengan pemadaman, pendinginan, dan pengawasan terhadap titik-titik yang telah ditangani.(red)

Lanud Halim Kirim APD, Masker dan Tabung Oksigen untuk Penanganan Karhutla di Kalimantan

Sumber:Infopublik.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×