JAKARTA, Naratara.com – Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta Kementerian Perhubungan memberikan perhatian terhadap pengembangan fasilitas apron di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat. Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Dalam rapat tersebut, Lasarus mengaku memperoleh informasi bahwa skema pembiayaan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk Bandara Singkawang tidak lagi dilanjutkan. Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang bagi pemerintah untuk kembali mengalokasikan anggaran guna mendukung pengembangan fasilitas bandara.
Politisi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat II itu menilai pengembangan apron menjadi kebutuhan mendesak mengingat Bandara Singkawang telah melayani penerbangan reguler setiap hari.
“Saya mendapat informasi bahwa saat ini Bandara Singkawang sudah melayani dua penerbangan setiap hari. Namun kapasitas apron yang ada masih terbatas sehingga ketika satu pesawat sedang berada di apron, pesawat lain mengalami keterbatasan untuk masuk atau melakukan manuver secara optimal,” ujar Lasarus.
Menurutnya, aktivitas penerbangan di Bandara Singkawang terus meningkat dan mulai dimanfaatkan masyarakat secara luas sehingga kapasitas fasilitas pendukung perlu ditingkatkan.
Lasarus menilai Bandara Singkawang memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas transportasi udara di Kalimantan Barat, terutama saat terjadi gangguan operasional di Bandara Supadio Pontianak.
Karena itu, kapasitas apron perlu ditingkatkan agar mampu menampung lebih banyak pesawat dan mendukung kelancaran operasional penerbangan.
“Saya berharap pembangunan apron Bandara Singkawang dapat menjadi perhatian. Dengan tambahan kapasitas parkir pesawat yang mampu menampung minimal dua hingga tiga pesawat secara bersamaan, operasional bandara dapat berjalan lebih maksimal dan mampu melayani kebutuhan penerbangan yang terus berkembang,” katanya.
Lasarus juga mengaku memperoleh informasi mengenai adanya alokasi anggaran untuk pengembangan fasilitas bandara. Namun, menurutnya, nilai anggaran tersebut masih belum memadai untuk mendukung perluasan apron sesuai kebutuhan operasional.
Ia menilai peningkatan kapasitas apron penting untuk mendukung pelayanan penerbangan sekaligus memperkuat konektivitas transportasi udara di wilayah Kalimantan Barat.
Lasarus menambahkan, keberadaan Bandara Singkawang perlu didukung dengan fasilitas yang memadai agar dapat berfungsi secara optimal. Pasalnya, tidak semua bandara yang telah dibangun memiliki aktivitas penerbangan reguler, sementara Bandara Singkawang telah melayani penerbangan setiap hari.
“Bandara yang sudah memiliki aktivitas penerbangan perlu didukung dengan fasilitas yang memadai agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat dan mendukung konektivitas wilayah,” ujar Lasarus.(red)
Sumber: Kanal YouTube TVR Parlemen



Komentar