Megapolitan Perkebunan Pertanian
Beranda » Blog » Hari Krida Pertanian, PTPN IV PalmCo Serap 1,34 Juta Ton TBS Petani hingga Mei 2026

Hari Krida Pertanian, PTPN IV PalmCo Serap 1,34 Juta Ton TBS Petani hingga Mei 2026

Aktivitas panen Tandan Buah Segar (TBS) di areal perkebunan kelapa sawit. Hingga Mei 2026, PTPN IV PalmCo menyerap 1,34 juta ton TBS dari petani sebagai bagian dari penguatan kemitraan dan dukungan terhadap ekonomi pekebun. (Foto: Istimewa)

JAKARTA,Naratara.com – Memperingati Hari Krida Pertanian, PTPN IV PalmCo mencatat telah menyerap sebanyak 1,34 juta ton Tandan Buah Segar (TBS) dari perkebunan rakyat hingga Mei 2026. Penyerapan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga stabilitas pemasaran hasil panen sekaligus mendukung perputaran ekonomi petani sawit di wilayah operasional.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan momentum Hari Krida Pertanian seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, termasuk memberikan kepastian pasar bagi petani.
“Perayaan Hari Krida Pertanian hendaknya diwujudkan melalui langkah nyata yang memberikan manfaat langsung kepada petani. Salah satunya dengan memastikan hasil panen mereka dapat terserap secara optimal,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulisnya.
Hingga Mei 2026, volume penyerapan TBS dari petani swadaya maupun pihak ketiga mencapai 1,34 juta ton. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 1,30 juta ton.
Menurut Jatmiko, peningkatan penyerapan TBS menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan terus bergerak. Karena itu, perusahaan berupaya menjaga kesiapan pabrik kelapa sawit (PKS) agar mampu menerima hasil panen petani, terutama saat produksi meningkat.
“Kami berupaya menjaga keandalan operasional pabrik serta menerapkan mekanisme pembelian yang transparan dan mengacu pada ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah daerah. Hal ini penting untuk mendukung tata niaga sawit yang sehat di tingkat petani,” katanya.
Perkuat Pendampingan Peremajaan Sawit Rakyat
Selain menjaga penyerapan hasil panen, PTPN IV PalmCo juga terus memperkuat pendampingan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebagai upaya meningkatkan produktivitas kebun petani dalam jangka panjang.
Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, mengatakan keberlanjutan sektor sawit rakyat tidak hanya ditentukan oleh pemasaran hasil panen, tetapi juga oleh produktivitas kebun yang dikelola petani.
“Pendampingan yang kami lakukan bertujuan membantu petani meningkatkan produktivitas kebunnya agar tetap berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujar Arya.
Pendampingan tersebut meliputi pemenuhan persyaratan administrasi, aspek teknis budidaya, hingga dukungan terhadap pemasaran hasil produksi.
Sepanjang 2025, PTPN IV PalmCo telah mendampingi proses PSR pada lahan seluas 23.188 hektare. Sementara hingga Mei 2026, pendampingan telah mencapai 6.380 hektare.
Arya menjelaskan, program tersebut juga mencakup edukasi penerapan Good Agricultural Practices (GAP), mulai dari penggunaan bibit unggul bersertifikat, persiapan lahan, hingga pemeliharaan tanaman pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).
“Pendampingan sejak awal masa tanam sangat penting karena akan memengaruhi produktivitas kebun pada tahun-tahun berikutnya. Kami berharap kebun yang diremajakan dapat memberikan hasil yang lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Melalui pendampingan di sektor hulu serta dukungan penyerapan hasil panen di sektor hilir, PTPN IV PalmCo berharap dapat memperkuat ekosistem perkebunan kelapa sawit yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi petani mitra.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×