Jawa Timur

Perusahaan Sebut Kerugian Capai Ratusan Juta Akibat Kerusakan Bangunan di JCE

Ilustrasi foto/Istockphoto

Bondowoso, Naratara.com – Kerusakan bangunan rumah dinas dan Posyandu terjadi di kawasan perkebunan kopi Java Coffee Estate (JCE), tepatnya di wilayah Afdeling Kalisengon, pada Selasa (31/3/2026) malam hingga Rabu (1/4/2026) pagi.

Pantauan di lokasi pada Rabu pagi menunjukkan kondisi bangunan mengalami kerusakan berat. Sejumlah material bangunan seperti atap seng, genteng, dan kayu penyangga dilaporkan sudah tidak berada di lokasi.

Kepala Pengamanan KSO Java Coffee Estate yang berada di lapangan mengatakan peristiwa tersebut mulai terjadi sejak Selasa malam sekitar pukul 19.30 WIB hingga Rabu pagi.

“Izin menyampaikan fakta di lapangan. Mulai tadi malam sekitar pukul 19.31 WIB sampai dengan pagi ini, bangunan eks rumah dinas Mandor Besar dibongkar oleh sejumlah orang. Material berupa kayu, genteng, dan seng sudah tidak ada di lokasi. Sampai pagi ini kegiatan tersebut masih berlangsung,” ujarnya kepada awak media di lokasi, Rabu (1/4/2026).

Pihak perusahaan menyebut bangunan yang dibongkar tersebut merupakan bangunan ganda yang difungsikan sebagai rumah dinas Mandor Besar dan Posyandu. Bangunan tersebut sebelumnya telah dikosongkan sejak November 2025 karena pertimbangan keamanan menyusul insiden sebelumnya di kawasan tersebut.

Halal Bihalal, Dirut PalmCo Konsolidasikan Karyawan Kejar Target Kinerja 2026

Manajer Kebun KSO Java Coffee Estate, Hastudy Yunarko, mengatakan kerugian material akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 280 juta.

“Yang rusak bukan hanya rumah dinas, tetapi juga bangunan Posyandu yang sebelumnya digunakan untuk pelayanan kesehatan masyarakat di sekitar kebun. Kerugian material dari kejadian ini diperkirakan sekitar Rp 280 juta,” ujarnya.

Menurut Hastudy, dalam beberapa waktu terakhir perusahaan juga mencatat sejumlah kejadian lain di kawasan tersebut, antara lain kebakaran rumah dinas asisten afdeling pada Mei 2025, perusakan fasilitas, serta penebangan tanaman dan pohon pelindung di area perkebunan. Perusahaan memperkirakan total kerugian akibat rangkaian kejadian tersebut mencapai lebih dari Rp 12 miliar.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) NXII, Bramantya Admaja, mengatakan para pekerja berharap adanya jaminan keamanan agar dapat bekerja dengan tenang di tengah situasi yang terjadi.

“Pekerja di lapangan berharap ada jaminan keamanan sehingga dapat bekerja dengan aman dan tenang,” ujarnya.

PalmCo Siaga Hadapi Ancaman El Nino, Perkuat Mitigasi Karhutla dan Produktivitas Sawit

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun perwakilan warga terkait kejadian tersebut.(red)

Sumber:Rilis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×