JAKARTA,Naratara.com – Sebanyak 204 atlet muda mengikuti Invitasi Sepak Takraw DKI Jakarta 2026 yang berlangsung di Gelanggang Remaja Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada 9–12 Juli 2026.
Kegiatan yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta bersama Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) DKI Jakarta tersebut mempertandingkan kategori usia 15 dan 18 tahun.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, kejuaraan tahunan tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah, di antaranya Jakarta, Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Cimahi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Tengah, dan Kota Tangerang.
Menurut Andri, invitasi ini menjadi salah satu sarana untuk mengukur hasil pembinaan atlet usia muda sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi para peserta.
“Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Persatuan Sepak Takraw Indonesia mencari bibit-bibit potensial atlet sepak takraw yang nantinya bisa berlaga di POPNAS, POMNAS, bahkan PON,” ujar Andri, Jumat (10/7/2026).
Andri menjelaskan, Invitasi Sepak Takraw DKI 2026 mempertandingkan sejumlah nomor, yaitu regu, double event, dan quadrant untuk kategori putra maupun putri.
Ia menyebut prestasi sepak takraw Jakarta mengalami perkembangan dengan keberhasilan meraih medali perak pada ajang POPNAS maupun PON.
“Kita sudah berhasil menembus final yang selama ini belum pernah kita lakukan. Kita sama-sama berdoa semoga pada kesempatan berikutnya bisa meraih medali emas,” katanya.
Sementara itu, Ketua PSTI DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Invitasi Sepak Takraw DKI yang rutin digelar sebagai bagian dari pembinaan atlet muda.
Menurut Nahdiana, kompetisi tersebut menjadi wadah bagi atlet usia sekolah untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memberikan kesempatan kepada pelatih dalam melihat potensi atlet.
“Selain menjadi invitasi, di sini bibit-bibit atlet akan terlihat dan dipantau oleh para pelatih. Harapannya, budaya berkompetisi di kalangan atlet muda sepak takraw terus tumbuh,” ujarnya.
Nahdiana mengatakan, pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan prestasi sepak takraw Jakarta dan melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Kegiatan ini bukan sekadar event biasa, tetapi bagian dari proses pembinaan. Ketika pembinaan berjalan dengan baik, tentu akan melahirkan atlet nasional. Mudah-mudahan pada PON berikutnya kita bisa meningkatkan prestasi dan meraih hasil yang lebih baik,” pungkasnya.(red)
(Sumber: Beritajakarta.id)



Komentar