Budaya Daerah Kalimantan
Beranda » Blog » Prabowo Terima Panglima Jilah, Bahas Aspirasi Masyarakat Dayak

Prabowo Terima Panglima Jilah, Bahas Aspirasi Masyarakat Dayak

Presiden Prabowo Subianto bersama Panglima Jilah saat menerima kunjungan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah aspirasi masyarakat adat Dayak, termasuk pembangunan, pendidikan, rumah adat, kesempatan mengikuti rekrutmen TNI-Polri, serta upaya pencegahan karhutla.(Foto:Istimewa)

JAKARTA,Naratara.com — Presiden Prabowo Subianto menerima Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah kebutuhan masyarakat adat Dayak, terutama terkait pembangunan, pendidikan, kebudayaan, serta kesempatan mengikuti rekrutmen TNI dan Polri.

Salah satu aspirasi yang disampaikan Panglima Jilah adalah pembangunan jalan di wilayah pedalaman Kalimantan, termasuk Sanggau dan sekitarnya. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat di wilayah pedalaman.

Di bidang pendidikan, Panglima Jilah menyampaikan kebutuhan pembangunan Sekolah Rakyat dan pemberian beasiswa di sejumlah wilayah kota adat Dayak. Saat ini, disebutkan sudah terdapat dua Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat.

Selain itu, pembangunan rumah adat Dayak turut menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Operasi Dharma Dewata di Canggu, 5 WNA Diduga Overstay Diamankan

Soroti Kesempatan Masuk TNI-Polri

Panglima Jilah juga menyampaikan aspirasi masyarakat Dayak terkait kesempatan mengikuti rekrutmen TNI dan Polri.

Salah satu hal yang disoroti adalah persyaratan mengenai tato. Bagi sebagian masyarakat adat, tato memiliki kaitan dengan identitas dan tradisi budaya.

Pembahasan mengenai hal tersebut merupakan aspirasi yang disampaikan kepada pemerintah. Karena itu, hal tersebut tidak dapat diartikan sebagai perubahan terhadap ketentuan resmi dalam proses rekrutmen TNI dan Polri.

Dorong Peran Masyarakat Adat Cegah Karhutla

Dalam pertemuan itu, Panglima Jilah turut menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia menilai tokoh adat dapat mengambil peran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan karhutla. Edukasi tersebut antara lain terkait larangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Resmikan Immigration Lounge di Discovery Mall Bali, Dirjen Imigrasi: Layanan Harus Makin Dekat

Menurut Panglima Jilah, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat adat. Karena itu, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan masyarakat bersama pemerintah.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi Panglima Jilah untuk menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat Dayak secara langsung kepada Presiden Prabowo. Pembahasannya mencakup kebutuhan pembangunan, pendidikan, pelestarian adat, akses rekrutmen TNI-Polri, dan perlindungan lingkungan.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×