NARATARA.COM, TAIPEI – Penjaga Pantai Taiwan menggunakan meriam air untuk mengusir kapal nelayan China yang dilaporkan bertahan di perairan terbatas sekitar Pulau Dongsha, Kamis (1/10/2026). Semburan air diarahkan ke ruang kemudi salah satu kapal selama sekitar 90 detik setelah peringatan petugas tidak diindahkan.
Dilansir dari Central News Agency (CNA) dan Focus Taiwan, Jumat (2/10/2026), otoritas Penjaga Pantai Taiwan atau Coast Guard Administration (CGA) menyebut insiden tersebut melibatkan dua kapal nelayan China, yakni Yue Huidongyu 75066 dan Jin Sha. Kedua kapal dilaporkan sedang menjatuhkan jangkar di perairan sekitar Pulau Dongsha.
CGA mengerahkan kapal patroli Yunlin untuk memeriksa keberadaan kedua kapal tersebut. Petugas kemudian meminta kapal-kapal itu meninggalkan kawasan yang berada dalam pengawasan otoritas Taiwan.
Kapal Yue Huidongyu 75066 dilaporkan mengangkat jangkar dan meninggalkan lokasi setelah mendapat peringatan. Sementara itu, kapal Jin Sha tetap bertahan meski telah tiga kali diperingatkan melalui pengeras suara.
Meriam Air Dikerahkan Setelah Peringatan
Menurut keterangan CGA yang dilansir media Taiwan, kapal patroli Yunlin awalnya menyemprotkan air ke udara selama sekitar 30 detik dari jarak kurang lebih 200 meter sebagai peringatan. Karena kapal Jin Sha belum meninggalkan lokasi, kapal patroli mendekat dan mengarahkan semburan air ke ruang kemudi selama sekitar 90 detik.
Setelah tindakan tersebut, kapal Jin Sha mengangkat jangkar dan mulai meninggalkan kawasan itu. Petugas kemudian menghentikan penggunaan meriam air ketika kapal bergerak menjauh.
CGA menyatakan tindakan tersebut dilakukan sesuai prosedur operasional untuk menangani kapal China. Otoritas Taiwan juga menyebut penggunaan meriam air dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan awak kapal.
Kapal Jin Sha Mengalami Gangguan Mesin
Dalam perjalanan meninggalkan lokasi, kapal Jin Sha dilaporkan mengalami gangguan tenaga penggerak. Kapal patroli Taiwan kemudian melakukan pengawalan dan pemeriksaan untuk memastikan kondisi awak kapal.
CGA menyebut petugas memberikan 35 porsi makanan hangat kepada awak kapal pada Kamis malam atas permintaan mereka. Kapal patroli juga membantu menarik kapal tersebut hingga keluar dari wilayah perairan terbatas.
Pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 06.15 waktu setempat, kapal Jin Sha diserahkan kepada kapal kerja China bernama Haiyang Shiyou 681 untuk ditarik kembali.
Rekaman Operasi Beredar di Publik
Rekaman penggunaan meriam air terhadap kapal nelayan tersebut turut dibagikan anggota parlemen Taiwan, Wang Ting-yu, dan menjadi perhatian publik.
CGA menyatakan tindakan itu dilakukan untuk menegakkan aturan di wilayah perairan yang berada dalam pengawasannya. Kronologi dan alasan tindakan tersebut merujuk pada keterangan otoritas Taiwan, sedangkan penilaian mengenai status wilayah perairan dan dasar hukum penegakannya perlu dilihat berdasarkan informasi resmi dari pihak-pihak terkait.
Insiden ini kembali menyoroti penanganan kapal nelayan yang dinilai tidak mematuhi peringatan otoritas maritim. Dalam kejadian tersebut, penggunaan meriam air diikuti pengawalan dan bantuan penarikan kapal setelah dilaporkan mengalami gangguan teknis.(red)



Komentar