Opini
Beranda » Blog » Dari Keterbatasan Ekonomi Menuju Magister Hukum dengan Predikat Cum Laude: Perjalanan yang Tak Pernah Saya Bayangkan

Dari Keterbatasan Ekonomi Menuju Magister Hukum dengan Predikat Cum Laude: Perjalanan yang Tak Pernah Saya Bayangkan

Victor, S.H., M.H., meraih gelar Magister Hukum dengan predikat Cum Laude pada Wisuda ke-38 Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma di Puri Ardhya Garini, Jakarta Timur. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Oleh: Victor, S.H., M.H.

Ada masa dalam hidup ketika saya tidak pernah membayangkan bisa sampai pada titik ini. Melanjutkan pendidikan hingga jenjang Magister Hukum merupakan sesuatu yang dahulu terasa jauh dari jangkauan saya. Bukan karena tidak memiliki keinginan, melainkan karena kondisi ekonomi membuat saya harus berpikir berkali-kali untuk mengambil keputusan besar tersebut.

Saya pernah berada pada posisi ketika keinginan untuk kuliah harus berhadapan dengan kenyataan hidup. Ada kebutuhan yang harus dipenuhi, ada tanggung jawab yang harus dijalankan, dan ada berbagai pertimbangan yang tidak selalu mudah untuk diselesaikan.

Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 - Naratara.com

Dalam kondisi seperti itu, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bukanlah sesuatu yang mudah dibayangkan. Bahkan, dahulu saya tidak pernah berpikir bahwa suatu hari nanti akan menyandang gelar Magister Hukum, terlebih lagi dengan predikat Cum Laude.

Namun, kehidupan sering kali membawa seseorang ke perjalanan yang tidak pernah direncanakan sebelumnya.

Pelindo dan Port of Los Angeles Perkuat Kerja Sama Maritim Indonesia-AS

Pada Rabu, 4 November 2026, bertempat di Puri Ardhya Garini, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, berlangsung prosesi Wisuda ke-38 Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA). Pada momentum tersebut, saya resmi menyandang gelar Magister Hukum (M.H.) dengan predikat Cum Laude (Dengan Pujian).

Bagi sebagian orang, mungkin ini hanya sebuah pencapaian akademik. Namun, bagi saya, hari tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar. Ada perjalanan panjang, pengorbanan, kesabaran, dan keyakinan yang akhirnya terjawab melalui sebuah pencapaian yang dahulu bahkan sulit saya bayangkan.

Pendidikan Bukan Hanya Milik Mereka yang Berkecukupan

Saya percaya bahwa pendidikan merupakan salah satu jalan untuk mengubah cara seseorang memandang kehidupan.

Dahulu, persoalan ekonomi menjadi salah satu hal yang membuat saya ragu untuk melanjutkan pendidikan. Saya memahami bahwa pendidikan membutuhkan biaya, waktu, tenaga, dan komitmen. Sementara itu, kehidupan tidak pernah berhenti menuntut tanggung jawab.

Sebagai seorang pengusaha dan advokat, saya memiliki berbagai aktivitas dan tanggung jawab yang harus dijalankan. Mengatur waktu antara pekerjaan, keluarga, aktivitas profesional, dan perkuliahan tentu bukan perkara sederhana.

Penulis Lagu Christmas Wrapping Puji Single Natal Terbaru Olivia Rodrigo

Namun, dari perjalanan tersebut saya belajar bahwa keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengubur seluruh harapan.

Saya tidak mengatakan bahwa semua orang harus memaksakan diri untuk kuliah. Setiap orang memiliki kondisi dan perjuangan masing-masing. Akan tetapi, selama masih ada kesempatan dan kemampuan untuk berusaha, jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa sesuatu tidak mungkin dicapai.

Terkadang, yang kita butuhkan bukan hanya kemampuan finansial, tetapi juga keberanian untuk memulai dan ketekunan untuk menyelesaikan apa yang sudah kita pilih.

Menjadi Pengusaha dan Advokat, Terus Belajar adalah Keharusan

Dalam perjalanan profesional, saya menyadari bahwa pengalaman memang memberikan banyak pelajaran. Dunia usaha mengajarkan tentang tanggung jawab, keberanian mengambil keputusan, menghadapi risiko, serta memahami karakter manusia.

Sementara itu, profesi advokat mengajarkan pentingnya integritas, ketelitian, argumentasi, dan keberpihakan terhadap keadilan berdasarkan hukum.

Dewa United Tekuk PSIM 2-1, Taisei Marukawa Cetak Gol Penentu di Menit Akhir

Kedua dunia tersebut memiliki tantangan yang berbeda. Namun, keduanya membutuhkan pengetahuan dan kemampuan untuk terus berkembang.

Bagi saya, meraih gelar Magister Hukum dengan predikat Cum Laude bukanlah akhir dari perjalanan. Justru pencapaian ini menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan harus terus diperbarui dan dipertanggungjawabkan melalui tindakan nyata.

Predikat Cum Laude tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, saya tidak ingin menjadikannya sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi dari orang lain. Prestasi akademik harus berjalan beriringan dengan integritas, kerendahan hati, dan tanggung jawab.

Gelar akademik tidak otomatis menjadikan seseorang lebih bijaksana atau lebih hebat dibandingkan orang lain. Nilai sesungguhnya terletak pada bagaimana ilmu tersebut digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebagai advokat, saya berharap ilmu yang diperoleh dapat semakin memperkuat pemahaman dan kemampuan dalam menjalankan profesi. Sebagai pengusaha, saya juga ingin terus menerapkan prinsip-prinsip hukum, tata kelola, dan tanggung jawab dalam setiap keputusan.

Tidak Semua Perjalanan Harus Dimulai dari Kemudahan

Ada satu hal yang semakin saya pahami setelah melewati perjalanan ini: setiap orang memiliki garis waktu kehidupannya masing-masing.

Tidak semua orang memulai dari keadaan yang sama. Ada yang memiliki kesempatan pendidikan sejak awal, ada pula yang harus berjuang lebih keras untuk mendapatkannya.

Karena itu, saya tidak ingin menjadikan pencapaian ini sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi dari orang lain. Sebaliknya, saya ingin menjadikannya sebagai pengingat bahwa setiap perjuangan memiliki nilai tersendiri.

Saya juga menyadari bahwa keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh gelar akademik, jabatan, ataupun status sosial. Ada banyak orang yang mungkin tidak memiliki gelar tinggi, tetapi mempunyai pengalaman hidup, kebijaksanaan, dan kontribusi yang luar biasa bagi lingkungannya.

Saya menghormati setiap perjalanan tersebut.

Jika hari ini saya bisa menyelesaikan pendidikan Magister Hukum dengan predikat Cum Laude, tentu ada banyak hal yang patut saya syukuri. Ada dukungan orang-orang terdekat, kesempatan yang diberikan, serta proses panjang yang mengajarkan saya untuk tidak mudah menyerah.

Gelar Bukan Garis Akhir

Tanggal 4 November 2026 akan menjadi salah satu tanggal yang selalu saya ingat. Bukan semata-mata karena perubahan gelar di belakang nama, melainkan karena tanggal tersebut menjadi saksi bahwa sesuatu yang dahulu terasa tidak mungkin akhirnya dapat saya wujudkan.

Dari seseorang yang dahulu tidak pernah berpikir mampu melanjutkan pendidikan hingga jenjang Magister Hukum, saya akhirnya berdiri dalam prosesi Wisuda ke-38 Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma dengan predikat Cum Laude.

Saya, Victor, kini menjalani peran sebagai pengusaha dan advokat dengan bekal pendidikan Magister Hukum. Namun, saya tidak ingin berhenti belajar hanya karena telah memperoleh gelar.

Perjalanan masih panjang. Masih banyak ilmu yang harus dipelajari, tanggung jawab yang harus dijalankan, dan kesempatan untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Bagi siapa pun yang saat ini merasa bahwa kondisi ekonomi atau keadaan hidup menjadi penghalang untuk melanjutkan pendidikan, jangan buru-buru menyerah pada keadaan. Ukur kemampuan, susun langkah, dan jalani proses sesuai kondisi masing-masing.

Sebab, terkadang kita sendiri tidak pernah tahu sejauh mana kemampuan kita sebelum benar-benar berani mencoba.

Saya pernah berpikir bahwa kuliah Magister Hukum adalah sesuatu yang tidak sanggup saya raih. Hari ini, saya tidak hanya berhasil menyelesaikannya, tetapi juga meraih predikat Cum Laude. Sesuatu yang dahulu hanya menjadi angan-angan akhirnya menjadi kenyataan.

Bagi saya, ini bukan tentang seberapa tinggi gelar yang berhasil diraih, melainkan tentang bagaimana seseorang mampu melewati keterbatasannya tanpa kehilangan kerendahan hati.

Gelar boleh bertambah, prestasi boleh diraih, tetapi kerendahan hati, integritas, dan kemauan untuk terus belajar harus tetap dijaga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×