Perkebunan
Beranda » Blog » PTPN IV PalmCo Gandeng Kemendag, Bidik Ekspor CPO 759 Ribu Ton pada 2027

PTPN IV PalmCo Gandeng Kemendag, Bidik Ekspor CPO 759 Ribu Ton pada 2027

Perwakilan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo dan Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan RI menandatangani perjanjian kerja sama dalam rangka memperluas akses pasar ekspor komoditas perkebunan Indonesia, di sela-sela Trade Expo Indonesia 2026. (Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)

JAKARTA,NARATARA.COM – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo menjalin kerja sama dengan Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer, Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, untuk memperluas akses pasar internasional bagi komoditas perkebunan Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) yang mencakup pengembangan ekspor sejumlah komoditas, termasuk kelapa sawit, karet, kopi, teh, dan gambir. Langkah ini dilakukan di tengah persiapan pelaku usaha menghadapi penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR), yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027 berdasarkan bahan informasi yang disampaikan.

Kerja sama ini juga diarahkan untuk mendorong PTPN IV PalmCo meningkatkan penjualan ekspor secara langsung kepada pembeli internasional, sekaligus memperkuat daya saing produk perkebunan nasional.

Porsi Ekspor CPO Ditargetkan Naik

Direktur Pemasaran dan Sistem Manajemen PTPN IV, Rury C. Baskoro, menyampaikan bahwa porsi ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) perusahaan meningkat dari sekitar 1 persen pada 2024 menjadi 10 persen hingga September 2026.

Terima WALUBI, Wapres Gibran Dorong Penguatan Aksi Kemanusiaan

“Jika pada tahun 2024 porsi ekspor CPO kami hanya sekitar 1% dari total penjualan, hingga September 2026 porsi ini sudah meningkat tajam menjadi 10%. Insya Allah, tahun depan kami menargetkan porsi ekspor mencapai 25%, atau kurang lebih sekitar 759.000 ton,” ujar Rury dalam gelar wicara bertajuk Indonesian Sustainable Palm Oil: Global Competitiveness and Expanding International Market di ICE BSD.

Menurut Rury, perusahaan berupaya memperkuat hubungan langsung dengan pembeli, perusahaan pemurnian minyak (refiners), pedagang komoditas (traders), dan pengguna akhir (end-users) di berbagai negara. Upaya tersebut tetap mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan pasar domestik.

ESG dan Ketertelusuran Produk

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menilai penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) memiliki peran penting dalam menjaga akses pasar internasional.

Menurutnya, pemenuhan standar keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, tetapi juga dapat mendukung keberlanjutan akses pasar dan peningkatan nilai ekonomi produk perkebunan.

Cuaca Jakarta Hari Ini 21 Oktober 2026, Suhu Diprakirakan Capai 36 Derajat

Dalam menghadapi EUDR, aspek ketertelusuran produk dan pembuktian bahwa komoditas memenuhi persyaratan bebas deforestasi menjadi perhatian penting bagi pelaku industri.

Rury menyatakan bahwa perkebunan yang dikelola perusahaan memiliki riwayat penggunaan lahan yang telah berlangsung lama. Ia juga menyebut PTPN IV PalmCo memiliki sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Meski demikian, pemenuhan sertifikasi dan riwayat penggunaan lahan perlu didukung dokumentasi serta data ketertelusuran yang sesuai dengan persyaratan pasar tujuan.

Kemendag Dorong Diversifikasi Pasar

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag RI, Miftah Farid, menyampaikan bahwa Indonesia perlu memperluas pasar ekspor untuk meningkatkan potensi perdagangan komoditas perkebunan.

Prabowo dan DEN Bahas Tujuh Isu Strategis Ekonomi Nasional

Mengacu pada ITC Export Potential Map, Miftah menyebut kelapa sawit Indonesia masih memiliki peluang untuk dikembangkan di sejumlah pasar internasional. Selain mempertahankan pasar yang telah terbentuk, termasuk Tiongkok dan India, Indonesia juga melihat peluang di Pakistan dan Filipina.

Kerja sama tersebut turut mencakup integrasi PTPN IV PalmCo dalam program “Desa Bisa Ekspor”. Sebagai proyek percontohan, pemberdayaan produk akan difokuskan pada komoditas gambir di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Program tersebut diharapkan dapat membantu memperluas akses pasar bagi produk daerah, meningkatkan nilai tambah komoditas, serta memperkuat kapasitas petani dan pelaku usaha di tingkat hulu.

Melalui kerja sama ini, PTPN IV PalmCo dan Kemendag diharapkan dapat memperkuat fasilitasi perdagangan, memperluas jaringan pembeli internasional, serta meningkatkan daya saing dan kinerja ekspor komoditas perkebunan Indonesia.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×