Nasional
Beranda » Blog » BNN dan Bakom RI Perkuat Sinergi Antinarkotika, Soroti Temuan Zat Berbahaya dalam Vape

BNN dan Bakom RI Perkuat Sinergi Antinarkotika, Soroti Temuan Zat Berbahaya dalam Vape

Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari dalam audiensi di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, yang membahas penguatan sinergi komunikasi dan edukasi dalam upaya pencegahan narkotika. (Foto: Istimewa)

JAKARTA,Naratara.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mendorong penguatan kerja sama dengan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) untuk meningkatkan edukasi dan penyebaran informasi mengenai bahaya narkotika. Hal tersebut dibahas dalam audiensi Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto dengan Kepala Bakom RI Muhammad Qodari beserta jajaran di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (29/9/2026).

Dalam pertemuan itu, Suyudi memaparkan sejumlah program pencegahan dan penanganan narkotika, mulai dari edukasi bagi anak, integrasi materi antinarkotika dalam kurikulum pendidikan, hingga layanan rehabilitasi.

Program yang disampaikan meliputi ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika), Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN), layanan rehabilitasi keliling, tele-rehabilitasi secara daring, serta Call Center BNN 184.

Suyudi berharap Bakom RI dapat mendukung penyebarluasan informasi antinarkotika kepada masyarakat sekaligus mendorong kerja sama konkret antarlembaga.

“Kami berharap Badan Komunikasi Pemerintah dapat bersinergi kuat dalam mendiseminasikan pesan-pesan antinarkotika sekaligus mendorong langkah konkret kerja sama BNN dan Badan Komunikasi Pemerintah,” ujar Suyudi.

Prabowo Bahas Stimulus Ekonomi 2027, Pemerintah Siapkan Bantuan Pangan dan Subsidi Upah

Ia juga mengingatkan arahan Presiden Republik Indonesia pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), bahwa upaya menghadapi ancaman narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh unsur negara dan tidak dapat dibebankan kepada BNN semata.

BNN Soroti Temuan Narkotika dalam Cairan Vape

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam audiensi tersebut adalah penyalahgunaan rokok elektrik atau vape sebagai media penggunaan narkotika.

BNN menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Narkotika BNN terhadap 1.745 sampel cairan vape, sebanyak 1.716 sampel terdeteksi mengandung narkotika dan New Psychoactive Substances (NPS). Dari jumlah tersebut, 1.552 sampel dilaporkan mengandung etomidate.

Temuan tersebut menjadi perhatian BNN dalam memperkuat upaya pencegahan, pengawasan, dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyalahgunaan narkotika melalui berbagai media.

Menanggapi pemaparan tersebut, Muhammad Qodari menyatakan komitmennya untuk membawa persoalan yang disampaikan BNN ke pembahasan internal Bakom RI. Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan bentuk kerja sama yang konkret, termasuk dalam mendorong isu pemberantasan narkotika menjadi perhatian di tingkat pemerintah pusat.

Hasani Ahmad Said Dikukuhkan sebagai Guru Besar Tafsir Maqasidi UIN Jakarta

Pada akhir pertemuan, kedua pihak membahas tindak lanjut koordinasi untuk mematangkan bentuk kolaborasi. Sinergi komunikasi dan edukasi diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi mengenai bahaya narkotika serta mendukung upaya pencegahan di masyarakat.(red)

Sumber: Facebook Biro Humas BNN RI.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×