JAKARTA,Naratara.com — PTM 4 Saudara  menggelar Open Turnamen Tenis Meja Pelajar 2026 tingkat SD dan SMP sederajat di Mall WTC Mangga Dua, Jakarta Utara. Turnamen tersebut berlangsung pada 5-6 September 2026 dan diikuti 153 peserta.
Turnamen dibuka oleh Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jakarta Utara Phang Lukman. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Dispora Jakarta Utara berupa piala serta PTMSI Jakarta Utara berupa sertifikat.
Ketua Panitia Pelaksana Yovi mengatakan turnamen tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding.
Menurut Yovi, kompetisi seperti ini penting untuk memberikan ruang kepada atlet-atlet muda agar dapat mengasah kemampuan melalui pertandingan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan semakin banyak peserta yang ikut. Yang paling penting adalah memberikan ruang kepada anak-anak untuk bertanding, belajar dari pengalaman dan terus meningkatkan kemampuan mereka,” ujar Yovi.
Salah satu anggota panitia, Yung Sin, mengatakan peserta turnamen tidak hanya berasal dari wilayah Jabodetabek. Sejumlah pelajar juga datang dari Bandung, Karawang dan Purwakarta.
“Pesertanya cukup beragam. Tidak hanya dari Jabodetabek, tetapi ada juga yang datang dari Bandung, Karawang dan Purwakarta. Ini menunjukkan antusiasme pelajar terhadap olahraga tenis meja cukup tinggi,” ujar Yung Sin.

Juara tingkat SMP berfoto bersama panitia dan perwakilan PTMSI usai menerima penghargaan dalam Open Turnamen Tenis Meja Pelajar 2026 di Mall WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, yang digelar pada 5-6 September 2026. (Foto: Istimewa)
Menurut Yung Sin, keikutsertaan peserta dari luar Jabodetabek menjadi hal positif bagi penyelenggaraan turnamen. Selain menambah persaingan, para pelajar juga mendapat kesempatan menguji kemampuan dengan pemain dari daerah lain.
Turnamen tersebut diikuti 45 Persatuan Tenis Meja (PTM). Dari total 153 peserta, sebanyak 56 pemain mengikuti kategori tunggal putra SD dan 19 peserta pada kategori tunggal putri SD.
Sementara di tingkat SMP, terdapat 57 peserta pada kategori tunggal putra dan 21 peserta pada kategori tunggal putri.
Pembina PTM 4 Saudara, Aphin, mengatakan turnamen tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencari bibit-bibit baru tenis meja.
“Kami ingin mencari bibit-bibit baru di dunia olahraga tenis meja agar ada regenerasi dan penerus yang bisa mengharumkan nama daerah maupun Indonesia. Meskipun saya relatif baru menekuni tenis meja, semangat dan dedikasi saya terhadap olahraga ini tidak pernah pudar karena sudah menjadi hobi dan bagian dari kehidupan saya,” ujar Aphin.
Pengusaha asal Belitung yang kini menetap di kawasan Sunter, Jakarta Utara, itu juga aktif mendukung berbagai kegiatan tenis meja di wilayah Jakarta Utara.
Menurut Aphin, pembinaan atlet perlu dilakukan sejak usia pelajar. Kompetisi menjadi salah satu sarana bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mengembangkan kemampuan mereka.
“Olahraga tenis meja harus terus dikenalkan dan dikembangkan di kalangan anak-anak dan pelajar. Dari kompetisi seperti ini kita bisa melihat potensi mereka sekaligus memberikan pengalaman bertanding sejak dini,” katanya.
Aphin berharap semakin banyak anak muda yang tertarik menekuni tenis meja secara serius. Dia juga berharap Jakarta Utara dapat melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Saya berharap suatu saat Jakarta Utara dapat melahirkan lebih banyak pemain tenis meja berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.

Aphin dan Yovi bersama para wasit serta panitia berfoto bersama usai pelaksanaan Open Turnamen Tenis Meja Pelajar 2026 tingkat SD dan SMP sederajat di Mall WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, 5-6 September 2026. (Foto: Istimewa)
Turnamen tersebut turut dihadiri mantan pemain nasional tenis meja Budiono. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan kompetisi dan pembinaan tenis meja di kalangan pelajar.
Dalam hasil pertandingan kategori tunggal tingkat SD, juara pertama diraih Sakhiabinaya Farel Ganendrabudi dari SDN Gudang. Juara kedua ditempati Salman Ahmad dari SDN Bojong Kulur 02.
Juara tiga bersama diraih Sultan Ahmad dari SDN Bojong Kulur 02 dan Annisa Mutiara Sani dari SDN Pabuaran 02.
Sementara pada kategori tingkat SMP, juara pertama diraih Hasbi Aulia dari SMPN 178. Juara kedua ditempati Charistian Ricardo dari SMPN 22 Depok.
Juara tiga bersama diraih Galih Azzam Ainnurachman dari SMP Mitra Permata dan Naila Khansa Salsabila dari SMPN 177.
Yovi berharap turnamen tersebut dapat menjadi agenda berkelanjutan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada pelajar dalam mengembangkan bakat dan kemampuan tenis meja.
“Kami ingin turnamen ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan dan regenerasi atlet tenis meja,” pungkasnya.(red)



Komentar