JAKARTA,Naratara.com — Subholding perkebunan kelapa sawit PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, menunjukkan akselerasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menyalurkan dana lebih dari Rp5,5 miliar sepanjang triwulan pertama 2026.
Dana tersebut disalurkan ke sedikitnya 115 titik kegiatan yang tersebar di Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan. Program ini mencakup berbagai sektor, mulai dari penanganan dampak bencana, intervensi stunting, dukungan sarana ibadah dan fasilitas sosial, penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga perbaikan infrastruktur dasar dan pendidikan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan percepatan realisasi TJSL di awal tahun merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat.
“Sama seperti sebelumnya, bantuan TJSL sudah didistribusikan sejak awal tahun dan akan terus berkesinambungan. Kami ingin terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat,” ujar Jatmiko dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, manajemen mendorong agar setiap program sosial dapat dijalankan secara cepat dan tepat sasaran, terutama dalam merespons kebutuhan mendesak seperti pemulihan pascabencana di Sumatera serta penanganan masalah gizi di berbagai wilayah.
“Kami ingin memastikan respons yang tanggap, baik untuk pemulihan pascabencana, percepatan penurunan stunting, maupun mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” katanya.
Respons Cepat di Daerah
Di tingkat daerah, sejumlah pemerintah setempat mengapresiasi langkah cepat perusahaan dalam merealisasikan bantuan. Di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, dukungan PalmCo membantu percepatan rehabilitasi fasilitas pendidikan yang sebelumnya rusak akibat kebakaran.
Wakil Bupati Rokan Hulu, Syafarudin, menilai bantuan tersebut mampu mempercepat proses penanganan yang biasanya memerlukan waktu lebih lama jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah.
“Kami sangat mengapresiasi bantuan pembangunan kembali sekolah yang terbakar. Jika melalui APBD, prosesnya cukup panjang. Dengan dukungan ini, penanganan bisa lebih cepat,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara BUMN dan pemerintah daerah dapat terus diperluas, khususnya untuk mendukung pembangunan infrastruktur.
Sasar Kelompok Rentan
Program TJSL PalmCo juga menyasar kelompok rentan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Di Pekanbaru, bantuan sarana pendidikan disalurkan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sri Mujinab.
Kepala sekolah, Natta Riviana, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut karena dinilai mendukung proses pembelajaran siswa.
“Kami merasa sangat terbantu, apalagi perhatian ini ditunjukkan langsung oleh pimpinan perusahaan yang hadir ke lokasi,” ujarnya.
Sementara itu, di Kecamatan Langsa Baro, Aceh, program pemberian makanan tambahan bagi balita stunting turut digulirkan. Kepala UPTD Puskesmas Langsa Baro, Zuliani, mengatakan bantuan tersebut membantu pemenuhan gizi anak-anak di wilayahnya.
“Bantuan ini sangat bermanfaat untuk balita kurang gizi dan akan berlanjut beberapa waktu ke depan,” katanya.
Dengan cakupan wilayah yang luas dan ragam program yang menyasar kebutuhan masyarakat, realisasi TJSL PalmCo pada awal tahun ini menunjukkan peran BUMN tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan sosial.
Ke depan, konsistensi dan keberlanjutan program menjadi faktor penting agar dampak yang dihasilkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong kemandirian masyarakat di berbagai daerah.(red)



Komentar