Sambas,Naratara.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan di Kabupaten Sambas. SMP Negeri 2 Sambas berhasil meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai peringkat 8 atau masuk 10 besar peserta Puisi Etnik Pelajar Nusantara tingkat ASEAN yang diselenggarakan oleh Perruas ( Perkumpulan Rumah Seni Asnur ) pada Desember 2025.
Penghargaan tersebut diraih berkat keikutsertaan 16 siswa SMP Negeri 2 Sambas dalam program pelatihan dan penulisan Puisi Etnik Nusantara Pelajar ASEAN. Para siswa mengikuti rangkaian pelatihan dan bimbingan menulis sejak Maret hingga akhir Agustus 2025, di bawah bimbingan guru Bahasa Indonesia, Riski Puspita Sari, yang juga berpartisipasi sebagai Penulis Puisi Etnik Nusantara 2025.

Kepala SMP Negeri 2 Sambas, Urai Sumadi, berpose bersama guru Bahasa Indonesia, Riski Puspita Sari, sambil memegang piagam dan kalung penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam membimbing siswa hingga berhasil menorehkan prestasi literasi melalui karya antologi puisi yang mengharumkan nama sekolah di tingkat ASEAN.
Awalnya, sebanyak 18 siswa ikut berpartisipasi dalam program tersebut. Namun setelah melalui proses kurasi, sebanyak 16 karya puisi siswa dinyatakan lolos dan dibukukan dalam Antologi Puisi Etnik Nusantara Pelajar ASEAN. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang lolos kurasi mencapai lebih dari 1.500 pelajar dari berbagai daerah di Indonesia serta negara-negara ASEAN, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam, mulai dari jenjang SD hingga SMA.
Sebagai bentuk apresiasi, pada Oktober 2025 panitia Perruas mengundang guru pembimbing dari SMP Negeri 2 Sambas untuk hadir dalam Festival Puisi Etnik Nusantara sekaligus peluncuran buku Antologi Puisi Etnik Nusantara dan Antologi Puisi Etnik Nusantara Pelajar ASEAN yang tercatat dalam rekor MURI. Acara tersebut digelar di Provinsi Jambi pada 20–21 Desember 2025.

Piagam dan medali penghargaan MURI yang diraih SMP Negeri 2 Sambas sebagai peringkat 10 besar terbanyak peserta dalam Antologi Puisi Etnik Pelajar tingkat SMP se-ASEAN. Capaian ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam menumbuhkan budaya literasi, kreativitas, dan kecintaan siswa terhadap dunia sastra sejak usia dini.
Kepala SMP Negeri 2 Sambas, Urai Sumadi, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras siswa dan guru, sementara perannya hanya sebagai fasilitator dan motivator.
“Tugas saya hanya memfasilitasi dan memotivasi. Alhamdulillah, meskipun rata-rata baru berusia sekitar 14 tahun, siswa kami sudah mampu menghasilkan karya berupa buku yang memiliki ISBN,” ujar Urai Sumadi.

Buku karya siswa dan guru SMP Negeri 2 Sambas yang telah ber-ISBN, lahir dari semangat berkarya dan kolaborasi di lingkungan sekolah. Seluruh karya ini memiliki satu tujuan utama, yaitu mendukung dan menguatkan program literasi yang digaungkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sekaligus menumbuhkan budaya menulis sejak dini di dunia pendidikan.
Ia juga menambahkan bahwa pada tahun sebelumnya, SMP Negeri 2 Sambas telah berhasil menerbitkan buku antologi karya siswa. Prestasi ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa literasi dan kreativitas pelajar daerah mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional jika diberikan ruang, pendampingan, dan kepercayaan.
Keberhasilan SMP Negeri 2 Sambas ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus mendorong budaya literasi dan pengembangan potensi siswa sejak usia dini.(red)



Komentar