Tangerang, Banten,Naratara.com – Perkumpulan Judo Sandro Adityajaya Dojo yang berlokasi di Kota Tangerang, Provinsi Banten, tengah mempersiapkan sejumlah program kegiatan kompetisi judo berskala provinsi dan nasional sepanjang tahun 2026. Salah satu agenda utama yang direncanakan adalah Kompetisi Judo Kelompok Pelajar se-Provinsi Banten yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Cilegon Center Mall (CCM), Kota Cilegon.
Kompetisi tersebut direncanakan digelar bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora ) Provinsi Banten sebagai bagian dari upaya mendorong pembinaan olahraga prestasi di kalangan pelajar sekaligus memperluas pengenalan olahraga judo kepada masyarakat.
Panitia penyelenggara saat ini juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dan perusahaan yang berminat menjadi mitra sponsor guna mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pelatih utama Sandro Adityajaya Dojo, Subhan Prasandra, mengatakan konsep penyelenggaraan kompetisi judo di dalam pusat perbelanjaan merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan olahraga judo kepada masyarakat luas.
“Kompetisi di dalam mall akan memberikan nuansa yang lebih modern, terbuka, dan berkelas. Selain itu, kegiatan ini akan membuat olahraga judo lebih mudah disaksikan oleh masyarakat umum sehingga dapat terpromosikan dengan baik,” ujar Subhan Prasandra di Kota Tangerang, Rabu (11/3/2026).
Subhan yang telah beberapa kali menyelenggarakan kompetisi judo berstandar nasional dan pernah terlibat sebagai pengarah salah satu cabang olahraga pada Asian Games 2018 menilai pendekatan tersebut penting untuk meningkatkan popularitas judo di kalangan generasi muda.
“Kami berharap masyarakat Provinsi Banten semakin mengenal olahraga judo. Dengan menghadirkan kompetisi di ruang publik seperti pusat perbelanjaan, olahraga ini dapat semakin populer di kalangan pelajar,” katanya.
Selain mempersiapkan kompetisi pelajar di Banten, Sandro Adityajaya Dojo juga menyiapkan atlet-atletnya untuk mengikuti berbagai kejuaraan judo dan kurash di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa agenda yang menjadi target di antaranya Tiang Bendera Open Judo Championship, KASAD Cup, Kapolri Cup, serta sejumlah kejuaraan Kurash di luar negeri.
Meski demikian, Subhan mengakui tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan pendanaan. Menurutnya, perkumpulan yang ia bina belum mendapatkan dukungan pembiayaan dari lembaga olahraga seperti KONI maupun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), sehingga banyak program harus dijalankan secara mandiri.
“Selama ini kami berjuang secara mandiri. Banyak program harus kami jalankan dengan dana pribadi serta dukungan sponsor yang tidak selalu tersedia,” ujarnya.
Untuk menjaga keberlangsungan program pembinaan serta keikutsertaan atlet dalam berbagai kompetisi, Subhan mengaku harus memaksimalkan iuran anggota serta dukungan dari pihak-pihak yang peduli terhadap perkembangan olahraga.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, ia tetap optimistis terhadap masa depan pembinaan olahraga judo dan kurash di Banten. Ia berharap akan ada mitra sponsor yang bersedia mendukung program pembinaan secara berkelanjutan demi kemajuan generasi muda Indonesia.
“Kami mengundang semua pihak untuk datang langsung ke Sandro Adityajaya Dojo dan melihat bagaimana proses pembinaan atlet dilakukan. Dari dojo ini telah lahir beberapa juara dunia Kurash, serta atlet yang pernah tampil di Asian Games dan Asian Youth Games,” tutup Subhan.
Melalui berbagai program kompetisi dan pembinaan yang terus dikembangkan, Sandro Adityajaya Dojo berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak atlet berprestasi sekaligus memperluas popularitas olahraga judo dan kurash di Indonesia.(red)



Komentar