Daerah Ekonomi Kalimantan Barat Pertanian Sambas UMKM

Petani Muda Sambas Viral di Facebook, Chin Huming Angkat Pertanian dan UMKM Lewat Konten Otentik

Chin Huming, petani sekaligus konten kreator asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, saat beraktivitas di lingkungan alam terbuka. Melalui siaran langsung di Facebook, ia dikenal menampilkan keseharian bertani dengan gaya sederhana dan apa adanya. Sumber foto: Facebook Chin Huming

Sambas,Naratara.com – Seorang anak muda asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, bernama Chin Huming, menjadi perhatian warganet setelah aktivitasnya sebagai petani sekaligus konten kreator viral di Facebook. Melalui siaran langsung dan unggahan harian, ia membagikan keseharian bertani dengan gaya sederhana dan apa adanya.

Dalam setiap siaran langsung, Chin Huming kerap membuka tayangannya dengan sapaan khas “ollala, seperti biasa”, yang kemudian menjadi ciri pembuka yang mudah dikenali para pengikutnya. Sapaan tersebut dinilai menambah kedekatan dengan penonton dan menjadi bagian dari identitas kontennya.

Dalam konten yang dibagikannya, Chin Huming menampilkan proses bercocok tanam berbagai jenis sayuran, seperti terong, kacang panjang, okra, dan cabai. Aktivitas tersebut disiarkan langsung dari lahan pertanian yang ia kelola, sehingga penonton dapat melihat secara nyata proses bertani dari awal hingga panen.

Seiring meningkatnya perhatian warganet, akun Facebook Chin Huming kini diikuti sekitar 7,8 ribu pengikut. Sejumlah penonton menilai kontennya menarik karena ditampilkan secara jujur, tanpa pengeditan berlebihan, serta dekat dengan realitas kehidupan masyarakat pedesaan.

Selain berbagi aktivitas bertani, Chin Huming juga membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sambas dengan mempromosikan produk makanan lokal melalui konten siaran langsungnya. Upaya ini memberikan ruang promosi tambahan bagi pelaku UMKM agar lebih dikenal masyarakat luas.

Lanud Husein Sastranegara Turun Tangan Tangani Longsor di Bandung Barat, Wujud Respons Cepat TNI AU

Popularitasnya di media sosial turut membuat kediamannya dikunjungi sejumlah penggemar, termasuk dari wilayah sekitar seperti Singkawang. Dalam berbagai kesempatan, Chin Huming terlihat menyambut para pengunjung dengan ramah dan tetap menjalankan aktivitasnya secara sederhana.

Di luar kegiatan bertani dan membuat konten, Chin Huming juga memiliki minat di bidang seni. Ia kerap memperlihatkan kemampuannya melukis serta menciptakan lagu yang sesekali ditampilkan saat siaran langsung.

Berdasarkan pengamatan dari aktivitas siaran langsungnya, banyak warganet menilai kepribadian Chin Huming apa adanya dan mudah berinteraksi dengan penonton. Kelucuan spontan yang muncul dalam tayangan langsung menjadi salah satu daya tarik yang membuat pengikutnya terus bertambah.

Fenomena Chin Huming menunjukkan bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan dunia pertanian dan mendukung promosi produk lokal. Konten yang mengedepankan keaslian dan keseharian terbukti mampu menarik perhatian publik tanpa pengemasan berlebihan.(red)

SPPG Lanud Husein Sastranegara Mulai Beroperasi, Salurkan 1.600 Porsi Makanan Bergizi Gratis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×