NARATARA.COM– Senat Paraguay memberhentikan Presiden Santiago Peña melalui proses pemakzulan pada Jumat (6/11/2026). Keputusan tersebut diambil di tengah krisis keuangan Ueno Bank yang memicu tekanan politik terhadap pemerintahannya.
Sebelum keputusan pemakzulan diambil, Senat menolak permintaan Peña untuk mendapatkan tambahan waktu 72 jam guna mempersiapkan pembelaan. Hasil pemungutan suara menunjukkan 39 senator menolak permintaan tersebut, tiga mendukung, dua abstain, dan satu anggota tidak hadir.
Peña sebelumnya menyatakan waktu yang diberikan kepadanya tidak cukup untuk menyiapkan pembelaan hukum. Ia mengaku menerima pemberitahuan sidang pada Kamis malam, disertai dokumen dakwaan setebal 15 halaman dan sekitar 300 halaman dokumen pendukung.
Menurut Peña, pemberitahuan dalam waktu singkat tersebut tidak memberinya kesempatan memadai untuk menunjuk pengacara dan mempersiapkan pembelaan.
Meski demikian, proses pemakzulan tetap dilanjutkan. Senat kemudian menyetujui pemberhentian Peña dengan 44 suara.
Krisis Ueno Bank Jadi Sorotan
Krisis Ueno Bank menjadi salah satu persoalan utama yang menyeret pemerintahan Peña ke dalam tekanan politik.
Bank Sentral Paraguay mengambil alih pengelolaan Ueno Bank pada awal pekan setelah muncul kekhawatiran terhadap kondisi keuangan lembaga tersebut. Langkah itu berdampak pada akses nasabah terhadap simpanan dan layanan perbankan.
Situasi tersebut memicu keresahan masyarakat serta pertanyaan mengenai transaksi keuangan bank. Sejumlah nasabah juga menghadapi pembatasan akses terhadap dana mereka.
Peña menghadapi tuduhan konflik kepentingan karena sebelumnya memiliki saham di perusahaan induk yang mengendalikan Ueno Bank. Selain itu, muncul dugaan penyimpangan terkait dana pensiun publik yang disimpan di bank tersebut.
Tuduhan tersebut menjadi bagian dari persoalan yang disoroti dalam proses pemakzulan. Namun, tuduhan itu tetap harus dibedakan dari kesimpulan hukum yang telah berkekuatan tetap.
Pedro Alliana Ambil Alih Kepemimpinan
Di tengah tekanan politik, Peña sempat mengajukan pengunduran diri pada Kamis (5/11/2026). Namun, anggota parlemen gagal mencapai kuorum untuk membahas permintaan tersebut sehingga proses pemakzulan tetap berlanjut.
Setelah pemberhentian Peña diputuskan, Wakil Presiden Pedro Alliana mengambil alih jabatan presiden.
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi perkembangan penting dalam politik Paraguay. Krisis yang bermula dari persoalan sektor perbankan kini berkembang menjadi persoalan pemerintahan dan kepercayaan publik.
Peristiwa ini juga menjadi ujian bagi pemerintahan baru dalam memulihkan kepercayaan masyarakat, menyelesaikan persoalan Ueno Bank, serta memastikan perlindungan terhadap dana nasabah.(red)
Dilansir dari Reuters.



Komentar