Internasional
Beranda » Blog » Anwar Ibrahim Waspadai Aktivitas Intelijen Asing, Israel Jadi Sorotan

Anwar Ibrahim Waspadai Aktivitas Intelijen Asing, Israel Jadi Sorotan

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat menyampaikan pernyataan dalam sidang Dewan Rakyat Malaysia.(Reuters)

 NARATARA.COM – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan kekhawatiran pemerintah terhadap aktivitas badan intelijen asing di negara-negara sekitar Malaysia. Aktivitas intelijen Israel menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian karena dinilai berpotensi menimbulkan ancaman keamanan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Anwar dalam sidang Dewan Rakyat atau parlemen Malaysia, Selasa (3/11/2026). Ia mengatakan, badan intelijen Malaysia telah mengidentifikasi sejumlah potensi ancaman yang berkaitan dengan operasi organisasi intelijen asing di kawasan regional.

Anwar juga menyinggung keberadaan warga dan permukiman Israel di sejumlah wilayah Thailand, termasuk Phuket dan Thailand selatan. Menurutnya, aktivitas tersebut turut menjadi perhatian badan intelijen Malaysia.

Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 - Naratara.com

“Badan intelijen kami memandang hal-hal tersebut sebagai potensi ancaman bagi negara,” kata Anwar, seperti dikutip Reuters.

Dikutip dari The Straits Times, Anwar juga menyebut aktivitas badan intelijen asing, termasuk Israel yang beroperasi di negara-negara tetangga, sebagai bagian dari potensi ancaman yang sedang dipantau Malaysia.

Cegah Tawuran, Pramono Resmikan Arena Tinju dan Posko Jaga Jakarta di Kampung Melayu

Selain aktivitas intelijen asing, Anwar menyoroti meningkatnya risiko serangan siber terhadap negaranya. Ia menyebut kemampuan digital dan infrastruktur pusat data Malaysia menjadikan sektor tersebut penting untuk dilindungi dari ancaman siber.

Pemerintah Malaysia juga tengah mengkaji dampak serangan siber terhadap keamanan nasional serta perkembangan konflik di kawasan Teluk, khususnya yang melibatkan Iran.

Anwar mengungkapkan, Dewan Keamanan Nasional Malaysia telah menggelar pertemuan khusus pada Senin (2/11/2026). Pertemuan tersebut membahas dampak serangan hibrida, digital, dan siber yang terjadi di berbagai kawasan dunia.

Pembahasan juga mencakup potensi eskalasi konflik di kawasan Teluk dan kemungkinan dampaknya terhadap keamanan internasional, termasuk risiko penggunaan senjata nuklir.

Pemerintah Malaysia menilai perkembangan situasi keamanan global perlu dicermati karena dapat berdampak pada stabilitas kawasan dan kepentingan nasional.(red)

Prabowo Terima 11 Duta Besar Negara Sahabat, Perkuat Hubungan Diplomatik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×