KUDUS, NARATARA.COM — Langkah dua wakil tunggal putri Indonesia, Mutiara Ayu Puspitasari dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, terhenti di semifinal Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, Sabtu. Keduanya kalah dari lawan masing-masing sehingga gagal melaju ke partai final.
Mutiara harus mengakui keunggulan wakil Hong Kong, Lo Sin Yan Happy, melalui pertandingan dua gim langsung dengan skor 18-21, 19-21 di GOR Djarum Arena, Kudus, Jawa Tengah.
Sementara itu, Dhinda lebih dahulu tersingkir setelah kalah dari wakil China, Xu Wen Jing, dengan skor 12-21, 12-21.
Seusai pertandingan, Mutiara mengakui masih melakukan sejumlah kesalahan sendiri, terutama saat pukulannya menyangkut di net. Ia menilai Lo tampil lebih akurat dalam menempatkan bola sehingga serangan lawan sulit diantisipasi.
Meski gagal mencapai final, Mutiara tetap bersyukur dapat melangkah hingga semifinal turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 100 tersebut. Ia menyebut pencapaian itu membutuhkan proses dan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi turnamen berikutnya.
“Dibanding harus terlalu menyesali, saya merasa saya harus bersyukur dan evaluasi lagi. Terutama soal ketenangan permainan serta adaptasi terhadap perubahan pola lawan perlu dipertajam lagi,” ujar Mutiara.
Ia menambahkan, semifinal kali ini menjadi kali kedua dirinya mencapai empat besar pada turnamen level Super 100. Menurutnya, menjaga ketenangan saat bertanding dan menyesuaikan strategi ketika lawan mengubah pola permainan masih menjadi aspek yang perlu ditingkatkan.
Di sisi lain, Lo Sin Yan Happy mengaku senang kembali menembus final setelah sekitar enam bulan tidak tampil di partai puncak sebuah turnamen.
“Saya rasa sudah sekitar setengah tahun yang lalu. Jadi, ini adalah momen yang sangat menyenangkan bagi saya,” kata Lo.
Pemain Hong Kong tersebut menilai dirinya mampu mengendalikan permainan pada gim pertama, termasuk saat menghadapi reli panjang. Namun, ia mengakui sempat kehilangan kendali pada akhir gim kedua karena terlalu terburu-buru ingin memastikan kemenangan.
“Di gim kedua, pada awalnya saya juga bermain cukup baik, tetapi di akhir saya ingin menang dan justru sedikit terburu-buru. Kemudian, terkadang saya tidak bisa mengontrol permainan yang ingin saya mainkan,” ujarnya.
Meski sempat melakukan kesalahan, Lo tetap puas karena berhasil kembali mencapai final Indonesia Masters. Pada partai puncak, ia akan menghadapi Xu Wen Jing, yang sebelumnya mengalahkan Dhinda di semifinal.(red)



Komentar