JOMBANG,Naratara.com — Presiden Prabowo Subianto resmi menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Prabowo sebelumnya juga hadir membuka Muktamar ke-35 NU pada 27 Agustus 2026. Kehadiran Presiden dalam pembukaan sekaligus penutupan menjadi catatan sejarah baru dalam pelaksanaan Muktamar NU.
Dalam penutupan tersebut, Prabowo menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Nahdlatul Ulama atau Kartanu. Kartu tersebut diserahkan oleh Rais Aam PBNU terpilih KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.
Penyerahan Kartanu tersebut sekaligus memenuhi janji Prabowo saat menghadiri pembukaan Muktamar. Ketika itu, Prabowo sempat meminta agar kartu anggota NU miliknya diberikan sebelum acara penutupan.
“Ini kehormatan besar bagi saya untuk diundang kedua kali,” ujar Prabowo saat menyampaikan sambutan penutupan.
Kehadiran Prabowo dalam penutupan Muktamar juga memiliki kaitan dengan sejarah hubungan Presiden dan NU. Pada 28 Desember 1962, Presiden Soekarno pernah menyampaikan amanat dalam penutupan Muktamar NU di Solo.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung dengan guyub dan rukun. Ia menilai NU telah memberikan contoh bagaimana perbedaan dapat diselesaikan melalui proses organisasi.
“Saya ucapkan selamat atas berjalannya Muktamar dengan sukses, dengan guyub, dengan rukun,” kata Prabowo.
Prabowo juga menyampaikan selamat kepada KH Miftachul Akhyar yang kembali dipercaya sebagai Rais Aam PBNU serta KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031.
Menurut Prabowo, keberhasilan NU menyelesaikan Muktamar secara damai menunjukkan bahwa organisasi dengan jumlah anggota yang besar dapat melewati proses perbedaan dan kompetisi secara baik.
Prabowo berharap NU terus memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Ia menegaskan bahwa negara, bangsa, dan umat menantikan dharma bakti NU pada masa mendatang.
“Negara, bangsa, dan umat menunggu dharma bakti Nahdlatul Ulama di hari-hari, bulan-bulan, dan tahun-tahun yang akan datang,” ujar Prabowo.
Penutupan Muktamar ke-35 NU ditandai dengan pemukulan beduk dan kentongan oleh Presiden Prabowo. Prosesi tersebut menjadi simbol berakhirnya rangkaian Muktamar ke-35 NU di Tambakberas.(red)



Komentar