NAGEKEO,Naratara.com — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan gempa bumi sekaligus membahas percepatan pemulihan wilayah terdampak di Posko Penanganan Gempa Bumi Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026).
Rapat tersebut dihadiri jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri, Wakil Panglima TNI, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT.
Pembahasan difokuskan pada langkah percepatan penanganan di sejumlah wilayah terdampak gempa di Pulau Flores. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disampaikan dalam materi pemerintah, bencana tersebut berdampak pada 105 orang meninggal dunia, 1.678 orang luka-luka, 179.037 orang mengungsi, serta menyebabkan 81.436 rumah mengalami kerusakan.
Pemerintah memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas selama masa tanggap darurat. Bantuan yang disiapkan mencakup kebutuhan logistik, layanan kesehatan, energi, hingga air bersih.
Selain penanganan darurat, pemerintah juga melakukan upaya pemulihan infrastruktur, termasuk akses jalan dan jembatan. Penguatan sistem peringatan dini tsunami turut menjadi bagian dari langkah penanganan di wilayah terdampak.
Salurkan Bantuan Rp200 Miliar
Untuk mendukung penanganan dan mempercepat proses pemulihan, Presiden Prabowo menyalurkan bantuan kemasyarakatan sebesar Rp200 miliar.
Bantuan tersebut terdiri atas Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT dan masing-masing Rp20 miliar untuk delapan kabupaten terdampak.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan di wilayah yang terdampak gempa.
Presiden Temui Pengungsi
Usai memimpin rapat, Presiden Prabowo mengunjungi posko pengungsian di Lapangan Berdikari. Dalam kunjungan tersebut, Presiden menyapa dan mendengarkan langsung kondisi masyarakat yang terdampak bencana.
Pemerintah menyatakan penanganan tidak hanya berfokus pada masa tanggap darurat, tetapi juga dilanjutkan dengan proses pemulihan hingga kondisi wilayah terdampak kembali normal.
Pemulihan diharapkan berjalan beriringan dengan penanganan bencana, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mempercepat kembalinya aktivitas warga di wilayah terdampak.(red)
Sumber:Facebook Setkab RI.



Komentar