Megapolitan

Produk Sawit RSPO Dongkrak Pendapatan PTPN IV PalmCo di Pasar Global

Kapal pengangkut crude palm oil (CPO) bersandar di pelabuhan untuk proses distribusi produk sawit ke pasar domestik dan internasional. Penguatan rantai pasok dan penerapan standar keberlanjutan menjadi bagian dari upaya industri sawit nasional menjaga daya saing global.

JAKARTA,Naratara.com – Subholding PTPN IV PalmCo, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara III (Persero), mencatatkan tambahan pendapatan sebesar USD 10,5 juta atau sekitar Rp174 miliar sepanjang 2025. Tambahan pendapatan tersebut berasal dari penjualan produk sawit bersertifikasi Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO).

Berdasarkan keterangan perusahaan, pendapatan tersebut diperoleh dari penjualan sekitar 760.000 ton crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) yang dipasarkan melalui skema sertifikasi RSPO Identity Preserved (IP) dan Mass Balance (MB).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengatakan, sertifikasi RSPO IP dan MB memungkinkan perusahaan memasarkan produk ke segmen pasar yang mensyaratkan penerapan prinsip keberlanjutan serta keterlacakan rantai pasok.

“Sertifikasi RSPO IP dan MB memberikan jaminan keterlacakan produk dari hulu hingga hilir serta menjadi salah satu faktor yang memberikan nilai tambah dalam pemasaran,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Sepanjang 2025, PalmCo memproduksi dan memasarkan sekitar 201.000 ton CPO bersertifikasi RSPO IP yang berasal dari tiga entitas di Sumatera Utara dan Riau. PTPN IV Regional I dan II di Sumatera Utara masing-masing mencatatkan penjualan sebesar 57.500 ton dan 60.400 ton, sedangkan PTPN IV Regional III di Riau memasarkan sekitar 82.000 ton CPO RSPO IP.

Wartawan vs Konten Kreator, Siapa Penjaga Kebenaran di Era AI?

Selain itu, PalmCo juga memasarkan sekitar 520.000 ton CPO bersertifikasi RSPO dengan skema Mass Balance. Produk tersebut dihasilkan oleh sejumlah entitas di bawah PalmCo dan dipasarkan ke pasar domestik maupun internasional.

Untuk produk minyak inti sawit, tercatat sekitar 40.500 ton palm kernel oil (PKO) bersertifikasi RSPO MB terserap pasar sepanjang 2025.

Skema Identity Preserved merupakan tingkat tertinggi dalam sistem rantai pasok RSPO, di mana seluruh produk berasal dari satu sumber terverifikasi dan dipisahkan dari produk nonsertifikasi. Sementara itu, skema Mass Balance memungkinkan pencampuran minyak sawit bersertifikasi dalam rantai pasok dengan pengendalian lokasi produksi.

Jatmiko menyebutkan bahwa produk bersertifikasi tersebut dipasarkan untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.

“Pasar global semakin selektif, sehingga aspek keberlanjutan dan transparansi menjadi bagian penting dalam menjaga akses pasar,” ujarnya.

Pemred Media Sudut Pandang Umi Sjarifah Terima Anugerah INDOPOSCO 2026

Menurut dia, penerapan sertifikasi RSPO juga mendorong peningkatan disiplin operasional di tingkat kebun dan pabrik, termasuk dalam pengelolaan lingkungan serta perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi.

Dalam beberapa tahun terakhir, PalmCo terus meningkatkan volume produk bersertifikasi sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola dan integrasi rantai pasok perusahaan. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×